Media Dalam Perspektif Ekonomi dan Politik
MEDIA DAN KRITIK SOSIAL
Disusun Oleh:
Dicky Satria Ramadhan (B95219095)
Pendahuluan
Kemajuan teknologi informasi dewasa ini mengakibatkan efek yang sangat luas, termasuk di dalamnya media, ekonomi dan politik. Derasnya perubahan arus globalisasi mendorong untuk pemahaman mendalam terhadap perkembangan media, ekonomi dan politik. Media adalah institusi sosial yang berkaitan dengan kekuasaan/kekuatan dan pengaruh persuasif. Media massa merupakan saluran, yang menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh atau berpencar-pencar, sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu. Oleh karena itu bukan tidak mungkin bahwa terdapat kajian mengenai media dalam perspektif ekonomi dan politik.
1. Definisi
Media
Istilah “media” berasal dari kata Latin
(tunggal: medium-ii) yang bearti sesuatu “di antara”. Selain itu juga bermakna
sesuatu yang “muncul secara publik”, “milik publik”, atau “mediasi” dan
karenanya merujuk pada sebuah ruang publik sebuah locus publicus. Demikian
esensi dari media tidak bisa dipisahkan dari persoalan antara ranah publik dan
privat, yang kerap kali problematis. Media memediasi kedua ranah itu untuk
mencari kemungkinan (atau ketidak-mungkinan) terhadap hidup bersama. Dalam hal
ini, apa yang membentuk media terentang cukup luas mulai dari ruang fisik
seperti lapangan, alun-alun, teater, dan tempat-tempat pertemuan, hingga non-
fisik seperti: surat kabar, radio, televisi, internet, dan ruang untuk
interaksi sosial. Wujud non-fisik inilah yang paling banyak dirujuk. Dengan
raison ini, tujuan adanya media adalah untuk menyediakan sebuah ruang di mana
publik dapat berinteraksi dan terlibat secara leluasa terkait hal-hal yang
berkenaan dengan keprihatinan publik. Gagasan ini bisa dilacak dari pandangan
Habermas mengenai ranah publik.
Media adalah alat untuk menyampaikan
pesan, menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, radio, televisi,
film, dan sebagainya. Terdapat berbagai macam media yang ada saat ini
diantaranya:
1. Media massa cetak, yang merupakan media
yang dicetak dalam bentuk lembaran kerras yang berbentuk surat kabar, tabloid,
majalah, buku, dan lain lain.
2. Media massa elektronik, yang informasinya
disalurkan melalui suara atau gambar dengan menggunakan teknologi, seperti
radio, televisi dan film.
3. Media massa online, yang merupakan jenis
media baru yang mudah diakses oleh banyak khalangan seperti instagram,
facebook, twitter, dan lain-lain.
Media saat ini berusaha dengan
gayanya untuk memberikan gambaran dari sebuah kehidupan yang harus terungkap,
sehingga publik dapat menilai dan memutuskan bagaimana harus bersikap. Media
sebagai jembatan bagi masyarakat dengan pemerintah.
2.
Media Dalam Perspektif Ekonomi
Politik
Pola hubungan
antara media dengan ekonomi dan politik pada era globalisasi semakin kuat
adanya. Pola hubungan itu tentu saja akan dipengaruhi oleh sistem politik yang
dianut oleh negara di mana media massa menjalankan aktivitasnya. Sistem ekonomi
dan media massa, sebagai bagian dari sistem politik pasti akan tergantung dan
dipengaruhi oleh sistem politik tersebut.
Proses
pemberitaan media di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan proses politik
yang berlangsung dan akumulasi modal yang dimanfaatkan sebagai sumber daya.
Dimana proses ekonomi politik dalam media akan membentuk dan dibentuk melalui
proses produksi, distribusi dan konsumsi media itu sendiri. Dari perspektif
ekonomi dan politik, institusi media massa dianggap sebagai sistem ekonomi yang
berhubungan erat dengan sistem politik. Mereka juga menganalisa secara penuh
pada tangan publik.
Ekonomi politik
media terkait dengan masalah kapital atau modal dari para investor yang
bergerak dalam industri media. Para pemilik modal menjadikan media sebagai
usaha untuk meraih untung, dimana keuntungan tersebut diinvestasikan kembali
untuk pengembangan medianya.Sehingga pengakumulasian keuntungan itu,
menyebabkan kepemilikan media semakin besar. Dalam menjalankan media,
investormempekerjakan karyawan untuk menghasilkan produk media. Untuk
mengetahui lebih jauh tentang bagaimana media memproduksi isi, mendistribusikan
sehingga bernilai ekonomis,Vincent Moscomenawarkan 3 konsep untuk mendekatinya
yakni: komodifikasi(commodification), spasialisasi(spatialization) dan strukturasi(
structuration).
Komodifikasi
berhubungan dengan bagaimana proses transformasi barang dan jasa beserta nilai
gunanya menjadi suatu komoditas yang mempunyai nilai tukar di pasar.
Spasialisasi, berkaitan dengan sejauh mana media mampu menyajikan produknya di
depan pembaca dalam batasan ruang dan waktu. Pada aras ini maka struktur
kelembagaan media menentukan perannya di dalam memenuhi jaringan dan kecepatan
penyampaian produk media di hadapan khalayak. Strukturasi berkaitan dengan
relasi ide antar agen masyarakat, proses sosial dan praktik sosial dalam
analisis struktur. Strukturasi dapat digambarkan sebagai proses dimana struktur
sosial saling ditegakkan oleh para agen sosial, dan bahkan masing-masing bagian
dari struktur mampu bertindak melayani bagian yang lain. Hasil akhir dari
strukturasi adalah serangkaian hubungan sosial dan proses kekuasaan
diorganisasikan di antara kelas, gender, ras dan gerakan sosial yang
masing-masing berhubungan satu sama lain.
KESIMPULAN
Ekonomi politik media
telah menjadi fenomena baru dalam indutri media di Indonesia pasca reformasi.
Dimana sistem media berhubungan dengan sistem sosial, politik dan ekonomi.
sistem media massa mempunyai korelasi terhadap sistem sosial, politik yang
berlaku di negara di mana media beroperasi. Kendali politik dan ekonomi selalu
menjadi faktor signifikan yang berpengaruh terhadap operasi media. Sementara
kepentingan politik dan pasar sama-sama mengedepan, maka rakyat yang meliputi
penonton atau konsumen media dalam hal ini menjadi target atau komoditas
industri media.
Kebijakan pemberitaan suatu media
tidak terlepas dari kepentingan pemilik dan ekonomi politik media yang
ditempuhnya. Sehingga sangat dimaklumi, bila media saat ini mengalami
komersialisasi yang luar biasa. Media menempatkan audience semata-mata hanya
dilihat sebagai pasar, bukan warga negara (citizens). Tujuan utama dari
dibentuknya media adalah meraih keuntungan untuk pemilik dan para pemangku
kepentingan lainnnya. Dengan demikian fungsi media sebagai penyampai beragam
gagasan-gagasan, informasi, pendidikan, dan integrasi sosial yang merupakan
inti dari ketersediaan ruang publik, semakin terkesampingkan dengan kepentingan
komersialisasi.
Komentar
Posting Komentar